Posts

Questions

In life, we have ever faced some basic questions. "Am I happy?"
"Do I need to think about this?"
"Am I cruel?"
"Is everyone happy?" Or simply, "Is today becoming my day?" It kept on repeating everyday. Gaining and building up anxiety to anyone who question their life everyday... like me. I have this question in me, everytime I had fun.
"Do I leave people? Or people leave me?" Each time I had this question, my mind was wandering back to the time where some people kept asking me the reason why did I do this, why did I do that, why did I say this, why did I say that... I end up being traumatized. I am looking for someone who didn't ask me...why. I look for a companion who understand that I need space and small capacity to socialized and understand that sometime I distant myself not because I hate them, but because I need to refill my energy.
People said it was selfish. I simply leave people when they need me the most. Ir…

Mintalah, Maka Allah kan beri

Aku mulai mengerti bagaimana cara Allah menjawab doaku, setiap kali Dia dengan hebatnya mengabulkan apapun yang kuminta dan sering kali tak mendapat ucapan syukur dariku bahkan malah sering kutinggalkan tapi Allah tetap menjawab setiap doaku. Tolong maafkan aku. Aku ingin dipelihara dari kesakitan hati. Ya. Tentu saja, aku sudah tak ingin merasakan perasaan tenggorokan terasa tercekik dan dada mulai sakit ketika sesuatu yang tak ingin kulihat malah selalu aku lihat. Mungkin ini jawabannya, batinku sering kali berbicara seperti ini tetapi kebodohanku selalu menepis semua itu padahal hal-hal itu adalah jawaban dari doaku. Quarter-life crisis, they said. Pekerjaan, pertemanan, hubungan keluarga, percintaan. Hal-hal itu memang rasanya sedang krisis.
Pekerjaanku sedang dalam masa menjenuhkan dan aku lelah tidak didengar. Pada masanya, akan tiba saatnya aku melayani Allahku dengan jalan yang benar. Aku pastikan hal itu harus terjadi. Percintaan ?
Wah yang ini sedang super krisis. Apa yang …

Insomniac itu datang lagi!

Ini sudah hampir lebih dari 2 bulan aku baik-baik saja, merasa bahwa menangis hanya meninggalkan perasaan negatif pada diriku dan itu bukan hal yang baik. Makanku banyak, badanku mulai beranjak baik dan pertemananku secara real sudah mulai terbentuk. Aku bahagia.
Aku selalu bahagia, hari ini maupun hari-hari sebelumnya dan hari-hari berikutnya. Bagiku, kebahagiaan adalah hal yang kita ciptakan sendiri, bukan orang lain. Dan aku sedang membangun kebahagiaanku sendiri dengan berpikir positif.

Aku ingin merasa bebas, bebas mencintai tanpa sebuah ekspektasi dan rasa sakit karena semuanya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Allah selalu memberi tepat pada waktuNya dan Allah selalu tepat waktu. Aku mulai khawatir karena umurku sudah tidak muda, ekspektasi keluargaku tinggi, aku sudah tidak bisa seenaknya lagi. Berhamburan teman-teman yang berani untuk melepas masa lajang dan aku mulai merasa iri.

"Lha, Allah akan selalu tepat waktu, tetap ikhtiar dan berdoa"

Orang sekitar …

Heya there March!

Tiba-tiba 2018, tiba-tiba bulan Maret datang lagi, dan kau tau? itu artinya aku sudah membuang banyak waktuku lagi. Antara senang tapi sedih. Senang karena sebenarnya dalam satu tahun ini pencapaian yang kudapat cukup signifikan dan aku merasa bahwa aku berkembang sangat banyak daripada tahun lalu. Senang karena aku tidak lagi takut untuk menerima tantangan-tantangan baru yang akan aku lalui dikemudian hari karena aku percaya aku punya kekuatan untuk menyelesaikannya. Mulai dari kenaikan level dalam pekerjaan yang diawal kurasa tidak sanggup kujalani (aku terlalu memandang rendah diriku sendiri) sampai pertemanan di ruang lingkup kerja. Bagiku sekarang ini, title teman itu terdengar sangat cheesy dan kurasa aku tidak memerlukan teman lagi. Mungkin. 
Umurku sudah pasti tidak muda di tanggal 22 nanti. Perkembangan apa yang sudah kupunya? Pemikiranku masih saja sama. Kepercayaanku mudah sekali rapuh terutama pada manusia. Mengapa kepercayaan itu mudah sekali dipatahkan? Aku heran.  Semak…

Stop your needs over people!

People die alone. Sejauh ini gue gak pernah liat ada orang yang dikubur berduaan, ato bertigaan atau malah rombongan. setiap kali orang mati, sendirian itu kayaknya pasti. Kita gak bawa keluarga, gak bawa kucing kesayangan, gak bawa sahabat deket. We die...alone. Jadi, untuk apa butuh orang lain toh nanti mati jg sendiri?

Ya ini menurut gue aja. Apa dasarnya gue skeptis sama manusia atau buat gue, kepercayaan itu gampang sekali rapuh, tapi yang pasti, orang ketika udah nemu zona nyaman, yang sebelumnya pasti ditinggalin. ya gue juga sering kayak gitu kok. terutama kalo berhubungan sama hobi gue. Gue sering ninggalin orang. Hmm, gimana ya...lebih tepatnya gue gak akan pernah ninggalin mereka yang sendirian. Sampai gue liat mereka ada yang ngelindungin lagi, ato ada tempat selain gue, gue pasti pergi. dari dulu kebiasaan gue emang kayak gitu. People die alone, guys! Maybe, me too, will be forever alone. hahaha.

Siang ini, nyokap gue mengingatkan gue kalo gue emang udah gak pernah intera…

Undelivered Letter

Dear, you...

Ada beberapa hal, atau mungkin banyak hal yang ingin aku sampaikan saat itu tapi tidak bisa kukeluarkan dengan bebas. Ada banyak hal yang seharusnya kamu tau, bukan hanya sekedar perasaanku selama ini.

Terkadang, aku berharap aku bisa kembalikan waktu di mana aku hanya menganggapmu sebagai best buddy yang bisa kuajak becanda dan tidak pernah tersinggung, yang selalu siap sedia ketika aku butuh dan... seseorang yang jokesnya paling garing dari semua orang yang kukenal. *laugh* hari itu rasanya semuanya masih sangat menyenangkan. Aku tak pernah berharap sebuah perasaan istimewa tumbuh, terlebih itu padamu. Karena jika kamu tau dan memutuskan untuk pergi karena merasa berdosa tidak bisa membalas perasaanku, kehilanganmu adalah hal yang paling kutakutkan terlebih dengan semakin sempitnya ranah pertemananku. Kau tau, aku lebih takut kehilangan kamu sebagai sahabat daripada sebagai crush. Karena bagiku, perasaan ini tidak sedangkal itu...

Aku mempunyai banyak mimpi tentang pera…

Climb up

Berbicara tentang pekerjaan, I think everything is actually going so smooth at work recently. After all, hasil yang kita dapatkan adalah kumpulan-kumpulan dari usaha yang kita lakukan selama ini, and I think I do my job well because I have to. Tidak pernah ada salahnya untuk melakukan yang terbaik dimanapun kita berada, bukan? Awalnya gue sangat khawatir. Kadang gue pikir gue sudah sangat mengerti limit gue dalam bekerja, like, ada beberapa hal yang walaupun kita udah usaha sekeras apapun hasilnya tetap tidak akan maksimal karena kita bukan ahli di bidangnya. Tapi gue bisa mengalahkan ketakutan gue sendiri karena siapa lagi dan emang gue bisa apa? Ibaratnya udah terlanjur nyebur, apapun yang terjadi harus tetap dan selalu melakukan yang terbaik.

Tapi yang bentuknya clash atau hal-hal yang menyebalkan itu selalu ada sih, apalagi setiap manusia mempunyai ideologi yang berbeda setiap individunya. Banyak sekali hal-hal yang tidak bisa diungkap and at the end I need to deal it all alone. b…