Posts

Insomniac itu datang lagi!

Ini sudah hampir lebih dari 2 bulan aku baik-baik saja, merasa bahwa menangis hanya meninggalkan perasaan negatif pada diriku dan itu bukan hal yang baik. Makanku banyak, badanku mulai beranjak baik dan pertemananku secara real sudah mulai terbentuk. Aku bahagia.
Aku selalu bahagia, hari ini maupun hari-hari sebelumnya dan hari-hari berikutnya. Bagiku, kebahagiaan adalah hal yang kita ciptakan sendiri, bukan orang lain. Dan aku sedang membangun kebahagiaanku sendiri dengan berpikir positif.

Aku ingin merasa bebas, bebas mencintai tanpa sebuah ekspektasi dan rasa sakit karena semuanya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Allah selalu memberi tepat pada waktuNya dan Allah selalu tepat waktu. Aku mulai khawatir karena umurku sudah tidak muda, ekspektasi keluargaku tinggi, aku sudah tidak bisa seenaknya lagi. Berhamburan teman-teman yang berani untuk melepas masa lajang dan aku mulai merasa iri.

"Lha, Allah akan selalu tepat waktu, tetap ikhtiar dan berdoa"

Orang sekitar …

Heya there March!

Tiba-tiba 2018, tiba-tiba bulan Maret datang lagi, dan kau tau? itu artinya aku sudah membuang banyak waktuku lagi. Antara senang tapi sedih. Senang karena sebenarnya dalam satu tahun ini pencapaian yang kudapat cukup signifikan dan aku merasa bahwa aku berkembang sangat banyak daripada tahun lalu. Senang karena aku tidak lagi takut untuk menerima tantangan-tantangan baru yang akan aku lalui dikemudian hari karena aku percaya aku punya kekuatan untuk menyelesaikannya. Mulai dari kenaikan level dalam pekerjaan yang diawal kurasa tidak sanggup kujalani (aku terlalu memandang rendah diriku sendiri) sampai pertemanan di ruang lingkup kerja. Bagiku sekarang ini, title teman itu terdengar sangat cheesy dan kurasa aku tidak memerlukan teman lagi. Mungkin. 
Umurku sudah pasti tidak muda di tanggal 22 nanti. Perkembangan apa yang sudah kupunya? Pemikiranku masih saja sama. Kepercayaanku mudah sekali rapuh terutama pada manusia. Mengapa kepercayaan itu mudah sekali dipatahkan? Aku heran.  Semak…

Stop your needs over people!

People die alone. Sejauh ini gue gak pernah liat ada orang yang dikubur berduaan, ato bertigaan atau malah rombongan. setiap kali orang mati, sendirian itu kayaknya pasti. Kita gak bawa keluarga, gak bawa kucing kesayangan, gak bawa sahabat deket. We die...alone. Jadi, untuk apa butuh orang lain toh nanti mati jg sendiri?

Ya ini menurut gue aja. Apa dasarnya gue skeptis sama manusia atau buat gue, kepercayaan itu gampang sekali rapuh, tapi yang pasti, orang ketika udah nemu zona nyaman, yang sebelumnya pasti ditinggalin. ya gue juga sering kayak gitu kok. terutama kalo berhubungan sama hobi gue. Gue sering ninggalin orang. Hmm, gimana ya...lebih tepatnya gue gak akan pernah ninggalin mereka yang sendirian. Sampai gue liat mereka ada yang ngelindungin lagi, ato ada tempat selain gue, gue pasti pergi. dari dulu kebiasaan gue emang kayak gitu. People die alone, guys! Maybe, me too, will be forever alone. hahaha.

Siang ini, nyokap gue mengingatkan gue kalo gue emang udah gak pernah intera…

Undelivered Letter

Dear, you...

Ada beberapa hal, atau mungkin banyak hal yang ingin aku sampaikan saat itu tapi tidak bisa kukeluarkan dengan bebas. Ada banyak hal yang seharusnya kamu tau, bukan hanya sekedar perasaanku selama ini.

Terkadang, aku berharap aku bisa kembalikan waktu di mana aku hanya menganggapmu sebagai best buddy yang bisa kuajak becanda dan tidak pernah tersinggung, yang selalu siap sedia ketika aku butuh dan... seseorang yang jokesnya paling garing dari semua orang yang kukenal. *laugh* hari itu rasanya semuanya masih sangat menyenangkan. Aku tak pernah berharap sebuah perasaan istimewa tumbuh, terlebih itu padamu. Karena jika kamu tau dan memutuskan untuk pergi karena merasa berdosa tidak bisa membalas perasaanku, kehilanganmu adalah hal yang paling kutakutkan terlebih dengan semakin sempitnya ranah pertemananku. Kau tau, aku lebih takut kehilangan kamu sebagai sahabat daripada sebagai crush. Karena bagiku, perasaan ini tidak sedangkal itu...

Aku mempunyai banyak mimpi tentang pera…

Climb up

Berbicara tentang pekerjaan, I think everything is actually going so smooth at work recently. After all, hasil yang kita dapatkan adalah kumpulan-kumpulan dari usaha yang kita lakukan selama ini, and I think I do my job well because I have to. Tidak pernah ada salahnya untuk melakukan yang terbaik dimanapun kita berada, bukan? Awalnya gue sangat khawatir. Kadang gue pikir gue sudah sangat mengerti limit gue dalam bekerja, like, ada beberapa hal yang walaupun kita udah usaha sekeras apapun hasilnya tetap tidak akan maksimal karena kita bukan ahli di bidangnya. Tapi gue bisa mengalahkan ketakutan gue sendiri karena siapa lagi dan emang gue bisa apa? Ibaratnya udah terlanjur nyebur, apapun yang terjadi harus tetap dan selalu melakukan yang terbaik.

Tapi yang bentuknya clash atau hal-hal yang menyebalkan itu selalu ada sih, apalagi setiap manusia mempunyai ideologi yang berbeda setiap individunya. Banyak sekali hal-hal yang tidak bisa diungkap and at the end I need to deal it all alone. b…

Foolish

The wisest people are those who know to stop when reaching the end   I have been having a hard time controlling my emotion and press my own selfish these days. I think that the option of staying and waiting for him to notice my feeling has reached the end. I knew he realized tho, I know the limit of how dumb people can be. He just enjoyed being loved without returning one I guess. And I have been enjoying myself loving him without getting something in return like... his feeling. C'mon, self, you know so well to whom he put all of his feelings to, right? I think the idea of staying the way it is somehow crash me slowly and my heart couldn't hold it anymore.

Once more, the idea of confessing my feeling is totally a bad idea. First,  I knew that he knows my feeling already but he pretends he doesn't. just it. Secondly, he doesn't want to return my feeling. Third, I have already been rejected since long ago but keep playing with the scenario where he cares for me just beca…

You will be happy...

Sesuatu yang berlebihan itu memang tidak pernah baik. Apapun takarannya, jika berlebihan efeknya memang tidak pernah baik. terlalu bahagia, terlalu kenyang, terlalu pintar, terlalu malas, terlalu berpikir...terlalu patah hati. Semuanya tidak baik. Bahkan jika kita terlalu mencintai juga hasilnya tidak akan baik.

Sesungguhnya orang yang ragu berkata "salah gak sih" adalah orang yang sebenarnya sudah tau jawaban dari keraguannya tetapi tetap bebal dengan pilihannya" - Fa  Membaca kalimat ini di salah satu blog favourite rasanya seperti tertrigger hahaha. Aku sering kali bertanya pada diriku sendiri bahkan bertanya pada orang lain, apa keputusanku untuk terus menunggu, memendam dan berdiam diri seperti ini adalah pilihan yang tepat. Sering kali aku bebal, hanya ingin mendengarkan pendapat yang ingin kudengar saja dan mengacuhkan jawaban-jawaban yang mungkin tepat. Sekali lagi, terlalu mencintai juga bukan hal yang baik, apalagi kamu tidak berkeinginan untuk mengungkapkanny…