Friday, November 18, 2011

Bicara soal jodoh, ada yang tahu tepatnya seperti apa? Akhir-akhir ini bahasan dimana-dimana, disekitar saya, bahkan di bacaan juga seminar yang cukup menggiurkan untuk didatangi semuanya nyaris membahas soal ini. Tapi tapi, digaris bawahin dulu ya, jodoh bukan berarti cuman hubungan antara pria sama wanita, pertemanan, karir, bahkan sekolah pun itu berhubungan dengan jodoh. Jadi jodoh itu seperti apa? Saya mengerti jodoh itu ketetapan Allah yang pasti, takdir Allah yang kekal, seperti didalam al-Qur'an, layaknya hidup dan mati, jodoh juga suatu hal yang mutlak yang Allah takdirkan pada manusia. Tapi tunggu dulu, kenapa sekarang mendadak saya pengen ngebahas soal jodoh? Haha.. Bukan apa-apa, ini cuman mengatasi keraguan dan kerisauan hati kala menyebut soal hal ini. Gimana tidak, pasangan yang berumah tangga saja bisa cerai, na'udzubillahimindzalik.. Itu artinya, seperti kelahiran dan kematian, jodoh juga rahasia Allah, bukan?

Jangankan berumah tangga, bersahabat saja bisa kandas begitu saja kalo memang tidak berjodoh. Berteman atau bersahabat juga jodoh loh! (karena pertemuannya tak terduga, perpisahannya pun tak terduga). Jadi, yakinlah kalo ternyata orang yang sekarang berada disekitar kita, kita sayangi, menemani kita, mereka adalah jodoh yang Allah tetapkan untuk kita. Aamiin. Sementara mereka yang hanya datang dan pergi seenaknya, hanyalah pertemuan dan perpisahan biasa antar sesama manusia. Tapi sungguh menakutkan, bahkan Allah membenci mahluk-Nya yang memutuskan tali silaturahmi, bahkan mereka adalah golongan yang tidak akan pernah masuk syurga-Nya Allah. Ngeri. *merinding*

back to the topic--Jodoh. Saya jadi mengira-ngira, siapa ya jodoh saya? Jodoh dalam berumah tangga ya ini maksudnya, hehe. Yah wajarlah ya sekarang saya mikirnya kayak gini, mungkin udah masuk ke angka kepala dua, kita mulai berfikir untuk punya pasangan hidup (walau saya masih kepala satu LOL). Siapa ya? Wajahnya seperti apa, akhlaknya gimana, ibadahnya seperti apa, goresan wajahnya seperti apa ketika tersenyum? Kalo mikir kesana jadi senyum - senyum sendiri. Atau jangan-jangan jodoh yang Allah takdirkan buat saya itu ada didekat saya? #ngarep xD benar-benar misteri ya, bahkan selama ini saya juga berfikir, apa ayah dan ibu saya berjodoh? Meskipun sudah ada saya dan adik saya, bisa aja kan perceraian itu terjadi? Na'udzubillah, jangan sampai. Semoga kedua orangtua saya berjodoh sampai akhir nanti dan bisa mendampingi saya kelak saat saya menemukan jodoh saya. Aamiin.

Jodoh teman. Alhamdulillah, perasaan saya mengatakan bahwa sahabat-sahabat yang ada disekitar saya adalah jodoh-jodoh yang Allah takdirkan untuk saya. Satu bukti nyata, dalam keadaan apapun, baik saya berubah atau mereka berubah, baik saya menjadi tak seperti dulu dan mereka juga sama, mereka tetap setia ada di sisi saya, bahkan selalu mendukung saya untuk mencapai impian saya. Yah, merekalah jodoh saya. Aamiin ya Allah, satukanlah kami selalu dalam bumi-Mu ini, berkahilah persabatan kami. Aamiin.

Menurut pandangan kalian, jodoh itu apa? Bagaimana kalian merasakan jodoh kalian? Aaah kalo menikah nanti, apa saya akan tetap punya fikiran seperti ini ya? Apa saya dapat terus berfikir bahwa jodoh saya, adalah suami saya nanti?

Hey.. Kamu yang nantinya Allah takdirkan untuk jadi jodoh saya, pendamping hidup saya, pelengkap agama saya, dan lahan syurga bagi saya.. Kamu sekarang sedang mendekat kan? Entah mengapa perasaan rindu yang tidak tertahankan ini mulai membuat saya risau juga sedih. Saya belum melihat wujudmu, suaramu, bagaimana kamu nantinya memperhatikan saya dan menyayangi saya, tapi saya sudah begitu merindukanmu. Apa kamu dekat? Apa kamu masih jauh dan menunggu saya untuk terus memperbaiki diri hingga akhirnya kamu menemukan saya?

Untuk jodoh saya kelak,
saya harap kita bisa terus berjodoh hingga di akhirat nanti,
saya harap kamu bisa menyayangi saya dalam keadaan apapun baik saya yang bebal ini, saya yang tidak mau terikat ini, dan saya yang sering kali lupa untuk menunaikan kewajiban saya pada Allah.
Tetap arahkan saya pada kebaikan ya.. Semoga Allah mempertemukan kita di waktu dan masa yang baik.
Aamiin.

Terdengar lantunan lagu indah: Permata yang di cari - DeHearty.

Wednesday, November 16, 2011

takut..

Saat ini bahkan aku tak berani untuk berfikir bagaimana perasaannya padaku, tak berani menebak, tak berani mengawang. Takut. Takut bahwa bukan perasaan sayang yang dia miliki melainkan benci, takut bahwa bukan perasaan cinta yang dia miliki melainkan kasihan.. Hingga akhirnya fikiranku bermuara pada satu hal: cemburu.

Aku cemburu kerap kali menatap pada sorot mata teduh itu, karena kadang dalam tatapan teduh itu, tak ada bayanganku memantul dari kornea matanya, tak ada rasa itu muncul kala menatap ku dengan tatapan itu. Hingga akhirnya kembali aku bertanya, pada siapa sorot itu tertuju? Pada siapa rasa itu tertuju? Pada siapa tangisan itu tertuju?

Aku tau kamu sebanyak aku tahu isi hatimu.. Tapi kamu tak tahu aku, bagaimana aku, dan mengapa aku tetap bertahan seperti ini. Sakitmu adalah sakitku, bahagiamu adalah bahagiaku.. Tapi mungkin bahagiaku bukan bahagiamu, sakitku bukan sakitmu.. Aku tak merasakan itu.. Aku seperti badut bodoh yang terus ada disisimu,menanti suatu hari akan ada masanya kau turut merasakan sakitku, kau turut tersenyum karena bahagiaku..

Sumpah, tak ingin aku pergi.. Tak ingin aku menjauh.. Tak ingin aku lupa dan membuang keberadaanmu. Kamu sangat berarti, bahkan jika kamu pergi, kepingan hatiku tak akan pernah kembali.. Tak bisa aku mencintai orang lain seperti rasa yang kurasakan kini padamu..

Biarlah, jika yang kau cintai itu adalah dia, dia yang berada sangat dekat denganku..
Biarlah, jika sorot mata teduh itu menatapnya bukan aku, biarlah..

Bahagiamu.. Bahagiaku..
Sakitmu..sakitku..
Walau mungkin cintamu bukan cintaku..

Saturday, November 12, 2011

Jika mencintainya adalah bahagiamu,
Ku pastikan Tuhan menyambut rasamu dengan ridho-Nya,
Ku pastikan senyumku tulus dengan ikhlasnya..
Ku pastikan bahagia yang ingin kau jemput adalah sekumpulan doa dan harapku dalam
sujud malam ku..

Dahulu aku berwarna..
Bertemu denganmu warnaku sempat menghilang,
dan kini ku coba melukis warnaku kembali,
karena aku tak butuh dilukis
hanya butuh dilengkapi
agar warnaku tak habis terkikis..

Ironis kah?
Dalam mataku yang terpejam,
aku sibuk mencari sosokmu yang kian lama kian berbayang tak berbentuk,
aku nyaris lupa bagaimana sketsa wajahmu tergores
aku nyaris lupa bagaimana lekukan bibirmu membentuk senyum manis..
Aku nyaris lupa bagaimana warna bola matamu dan cara mata itu memandang..
Andaikan kau seperti ombak di pantai,
yang walaupun pergi menyapu pasir,
tapi pasti akan kembali membawa riak air..
Sayangnya kau bukan ombak itu,
bahkan tak berani aku memejam mata lagi..
Karena takut semakin lama bayangmu semakin menghilang..

Jika mencintainya adalah bahagiamu..
Ku pastikan bahwa bahagia yang kau jemput,
adalah doa dan harapanku dalam sujud malamku..

Tuesday, November 1, 2011

Selamat malam dunia, kabar baik? Bicara soal renungan, boleh ya untuk merenung sedikit?
Saya mungkin terus mencoba untuk memperbaiki diri, walau hasilnya ya saya mungkin sedikit banyak jadi lebih diam. Mulutmu harimaumu itu memang nyata. Mungkin bagi saya bercanda itu berarti berbagi kebahagiaan dengan orang lain, tapi manusia punya caranya masing-masing dalam mengartikan maksud, betul?
Bisa saja ada yang menyimpan dendam, yang berakhir dengan membuatnya berpenyakit hati. Saya rugi? Jelas tidak.. Yang rugi mungkin dia karena harus selalu memikirkan betapa dia membenci saya dan bagaimana caranya untuk menghancurkan saya. Sungguh ironis.

Fikiran saya semuanya bermuara di satu tempat, yang membuat saya kini merasa bahwa keberadaan saya mulai menjadi parasit bagi nya. Yah, syukur-syukur sih bukan, karna saya ga pernah ngelakuin hal yang aneh.. Tidak juga saya merepotkan orang-orang, kalo saya masih bisa mandiri, lalu hal yang harus saya lakukan itu adalah menjadi mandiri tentu saja.

Karena kau tahu?

Hidup tidak seindah itu, tapi tidak juga seburuk itu..
Hidup tak semolek itu, tapi tidak seberantakan itu..

:D