Saturday, September 12, 2015

Idk~

Malam. Aku kembali ke sini, bukan karena aku kesepian tak punya tempat untuk berkeluh kesah, tapi pengungkapan hati yg tertulis entah kenapa sekarang ini membuatku lebih nyaman. Mungkin tingkat introvertku kini semakin dominan. Aku semakin kesulitan mengungkapkan apa yg ada di pikiranku, terutama secara lisan. Ada ketakutan tersendiri yg sampai sekarang aku tak mengerti apa.

Hari ini, yah dan hari-hari sebelumnya juga aku merasa cukup bahagia. Ada seseorang yg sering sekali kusebutkan dalam doaku, untuk bisa berdekatan dan lain sebagainya.
Aku, menyukainya. Pada tahap dimana aku selalu sematkan namanya dalam doaku ketika mataku terpejam, untuk Allah menakdirkan dia untukku walaupun aku tau jalannya menggapai mimpinya masih panjang. Entahlah, perasaan sakit bercampur senang selalu kurasa ketika berdekatan dengannya. Entahlah, semakin hari aku semakin ketakutan aku akan mulai bergantung padanya. Menaruh harapan yg masih mengambang di udara tanpa bisa menangkapnya. Ketakutan kemudian hari akan kembali ditinggalkan.
Ingin teriak. Sikapnya yg baik, walaupun dia tak menyadarinya seringkali membuatku mulai ingin mendominasi segala hal ttgnya. Siapa yg berdekatan dengannya, siapa yg paling sering bersamanya, dan lain-lain. Sejujurnya hati ini sakit, perasaan selalu ingin menangis ketika bersamanya... entahlah. Aku takut... tak berani mengakui sudah sedalam ini aku menyimpan perasaan padanya. Takut. Karena aku lebih pintar mengungkap lewat tulisan daripada berhadapan dengannya. Takut dia hilang.

Lord, apa hanya aku yg selalu berpikir bahwa kedekatan ini ada ujungnya? Bahwa ketakutan dia akan hilang itu menjadi nyata?
Aku sangat takut. Mengungkap seberapa besar aku  menyukainya. Menyukai semua tentang dia. Melihat sosoknya ketika aku menutup mata. Lord, apa hanya aku?

Ijinkan aku untuk berani menyukainya, tanpa menghiraukan apapun, seperti dulu... ijinkan aku untuk tidak menjadi pengecut seperti ini.

Hari ini sungguh menyenangkan. Terimakasih.

Kutitipkan kembali doaku agar Allah menakdirkanmu untukku. Dalam diam. Karna biarkan tulisan ini, dan Allah yg tau siapa.