Thursday, May 26, 2016

Keindahan itu bisa dilihat oleh matamu sendiri

Beberapa hal memang harus dipikirkan secara logis, beberapa tidak. Kau tahu, Tuhan tak pernah menciptakan dunia tanpa keindahan. Dari hari pertama penciptaan sampai hari ke tujuh, Allah menciptakan dunia dan seisinya ini indah. Yang menganggapnya tidak indah hanyalah mindset seorang manusia. Mindset itu, sungguh mengerikan. Kau akan sulit mengubah pandanganmu terhadap suatu hal jika mindsetmu terpusat pada satu titik. Kau akan kesulitan memandang memutar 180 derajat terhadap sekelilingmu jika yg kau lihat adalah garis sejajar yg lurus pada satu titik. Tak pernah bertemu.

Dari dulu aku yakin bahwa aku sangat mengerti tidak ada sebuah masalah tanpa penyelesaian. Masalah tercipta sebetulnya untuk pengupgrade-an diri. Tergantung individunya, apakah akan mengalami upgrade atau malah degradasi karakter. Pada kasus ini, aku adalah seorang yang sedang mengalami degradasi itu.
Sedih.

Semua orang sedang berusaha mengangkatku kembali ke permukaan ketika aku menenggelamkan diriku sendiri pada lautan kesuramanku sendiri. Tapi lihatlah, aku tak mau diangkat. Sungguh bodoh. Aku terlalu asik menyelam di dalam lautan kesuraman itu, menolak solusi yang semua orang tawarkan agar aku bisa tersenyum kembali. Mereka tidak tahu, aku tidak mau diangkat karena aku sedang sangat lelah. Lelah berusaha, lelah berpikir, lelah mencari tau keinginanku sendiri. Hey-- aku pernah menuliskan hal ini-- di dalam deja vu ku. Sudahlah.
Aku cukup mencintai diriku sendiri, aku mau berusaha menjadi lebih baik lg, memperbaiki tanggung jawabku terhadap dunia dan diriku sendiri. Tapi saat ini, detik ini, aku lelah. Bahkan lelah untuk hidup.

Setiap pagi aku tak mau membuka mataku untuk bangun, dan setiap malam aku tak mau menutup mataku untuk tidur. Setiap pagi aku mulai memprediksikan hal melelahkan apalagi yg akan kuhadapi, dan setiap malam aku mulai memprediksi hari esok yg melelahkan pula. Setiap hariku diisi dengan prediksi2 buruk yg kubuat sendiri. Mungkin aku benar-benar butuh bantuan-- Allah tolong aku.

Sebuah keindahan hanya bisa dilihat oleh matamu sendiri. Jika kamu terlalu fokus pada kesedihanmu sendiri, kamu jangan menyesal sudah melewatkan hal-hal indah selama kamu fokus bersedih. Tuhan tidak pernah membiarkan hambaNya bersedih melebihi porsinya. Tuhan, akan dan selalu tepat pada apapun. Apapun yg aku inginkan di dunia ini.

Kamu hanya cukup membebaskan dirimu, dan lihatlah keindahan itu dengan mata kepalamu sendiri. Kelelahan yg kaurasakan akan berganti dengan keindahan. Aku janji.

Semua akan selalu baik-baik saja.

Wednesday, May 25, 2016

Lebih bersabarlah terhadap diri sendiri

Akhir-akhir ini pikiranku memang sedikit agak kacau. Semuanya berputar mengelilingiku dan malah menumbuhkan perasaan tak keruan yang tak hentinya menyerangku. Aku, mungkin kurang bersabar dengan diriku sendiri. Kebiasaan lama yang seharusnya sudah kuubah, bahwa aku seharusnya berhenti menuntut diriku sendiri dan membuat hatiku bekerja extra time. Melelahkan memang. Terlalu melihat orang lain itu sungguh melelahkan. Aku yang seharusnya terfokus pada pengupgrade-an diri, malah terfokus pada pertanyaan 'Mengapa' tentang orang sekitar dan kebahagiaan mereka. Hidupku bukan tentang mereka, tetapi tentang diriku. You should treasure yourself more, Lha. No one else can do the job, it's only you. 

Seorang teman menyarankanku untuk membobol tembok yang kubangun sangat kokoh padahal menggerogoti diriku sendiri. Aku... tidak tahu bagaimana caranya. Tembok ini begitu kuat, saking kuatnya aku tidak bisa mencegah mesin defense otomatis yang kukeluarkan tatkala perasaan-perasaan tidak penting dalam diri malah tumbuh bersemi. Mencintai sesuatu itu beresiko rasa sakit. Ya, memang. Dan tembok yg kubangun kokoh ini melindungiku dari merasakan delusi kosong yang kuciptakan sendiri. 
Tapi, itu salah. 

Aku sering marah pada diriku sendiri, dan percayalah betapa seringnya self-esteemku tak terkontrol dengan parah dan membuat mood swingku meliar. 

Aku menyerah pada dia yang sudah secara tidak langsung menempati ruang dihatiku selama kurang lebih satu tahun. Saat kamu mulai menyukai dia, saat itulah aku menyerah. Aku menyerah. 

Dan, hello. Sudah sekian lama ya. 5 tahun loh. Tuhan pasti punya tujuan mengapa kamu hadir kembali. Akan kucari tujuan itu, semoga baik ya. 

Aku akan lebih bersabar dengan diriku sendiri.