Heya there March!

Tiba-tiba 2018, tiba-tiba bulan Maret datang lagi, dan kau tau? itu artinya aku sudah membuang banyak waktuku lagi. Antara senang tapi sedih. Senang karena sebenarnya dalam satu tahun ini pencapaian yang kudapat cukup signifikan dan aku merasa bahwa aku berkembang sangat banyak daripada tahun lalu. Senang karena aku tidak lagi takut untuk menerima tantangan-tantangan baru yang akan aku lalui dikemudian hari karena aku percaya aku punya kekuatan untuk menyelesaikannya. Mulai dari kenaikan level dalam pekerjaan yang diawal kurasa tidak sanggup kujalani (aku terlalu memandang rendah diriku sendiri) sampai pertemanan di ruang lingkup kerja. Bagiku sekarang ini, title teman itu terdengar sangat cheesy dan kurasa aku tidak memerlukan teman lagi. Mungkin. 

Umurku sudah pasti tidak muda di tanggal 22 nanti. Perkembangan apa yang sudah kupunya? Pemikiranku masih saja sama. Kepercayaanku mudah sekali rapuh terutama pada manusia. Mengapa kepercayaan itu mudah sekali dipatahkan? Aku heran. 
Semakin tua aku semakin sadar bahwa frekuensi bahagiaku semakin menurun. Keinginanku untuk mempunyai banyak temanpun sudah mulai menghilang. Aku mulai sangat lelah. Segala ekspektasi yang kubuat malah seperti boomerang yang menghancurkan diriku sendiri dan itu sungguh tidak baik. 

Lee Seung Gi pernah bilang bahwa ekspektasi sering kali menghancurkan kepribadian kita sendiri, tapi dia tetap menyarankan untuk menjadi diri sendiri. Dan ya, aku akan tetap menjadi diri sendiri. 

Umurku nanti sudah tidak muda lagi, aku hanya berharap bahwa aku diberikan kekuatan yang lebih besar lagi untuk menyelesaikan kekhawatiranku tentang kehidupan, tentang hal-hal yang sebenarnya belum terjadi tetapi sudah memberikan rasa takut padaku, tentang segala macam perasaan tidak penting yang seharusnya dapat kutaklukan. Aku hanya berharap bahwa aku masih bisa bertahan hidup... 

Karena bagiku, bertahan hidup adalah hal yang penting. Begitu pula dengan hatiku, aku ingin hatiku tetap hidup untuk merasakan hal positif yang sebetulnya dunia masih berikan padaku. Bagaimanapun caranya, walau semakin tua, aku harus tetap bertahan hidup. Walaupun aku sudah tidak punya lagi mimpi apa-apa, tidak punya lagi ekspektasi, tapi aku akan tetap bertahan hidup. ya. bertahan hidup. 

Aku hanya berharap dikemudian hari akan ada yang memelukku dan berkata bahwa tidak apa-apa untuk tidak mempercayai dunia, asalkan aku tetap bertahan mencintai dan mempercayai diriku sendiri. Aku berharap bertemu cahaya itu. ketika umurku sudah tidak muda lagi.... 

Comments

Popular posts from this blog

Foolish

Undelivered Letter

You will be happy...